Puzzleindonesia.com – Berdasarkan jenis virusnya hepatitis dibagi menjadi 5 jenis yaitu A, B, C, D dan E. Sejauh ini hepatitis B merupakan masalah global karena banyaknya jumlah penderitanya sekaligus sebagai penyakit pembunuh ke-8 di dunia karena dapat menyebabkan kanker hati. Setiap tahun di dunia diperkirakan 1,4 juta orang meninggal karena hepatitis.
Dalam menangani hepatitis sebagai masalah kesehatan global pemerintah Indonesia telah memberlakukan program vaksinasi gratis hepatitis B untuk bayi baru melahirkan sejak tahun 1997. Pencegahan lain yang dilakukan adalah melalui filter terhadap darah yang hendak ditransfusikan di unit transfusi darah Palang Merah Indonesia (PMI) bebas dari virus hepatitis.
Mengenal Hepatitis dan Penularannya
Hepatitis adalah istilah umum yang berarti radang hati. Hati merupakan organ yang terbesar dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai saringan yang efektif menyaring racun dan produk pembuangan dari aliran darah. Hati berfungsi sekaligus sebagai organ yang menyimpan bahan gizi yang penting seperti vitamin dan mineral. Dengan fungsinya yang vital dalam tubuh manusia tidak dapat hidup tanpa fungsi hati yang baik.
Hepatitis merupakan virus yang menyerang sel hati yang merupakan tempat yang nyaman untuk virus berkembang biak. Sebagai reaksi terhadap infeksi tersebut, sistem kekebalan tubuh memberikan perlawanan dan menyebabkan peradangan hati. Berikut adalah informasi jenis hepatitis B dan penularannya :
Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). HBV merupakan virus yang tidak menyebabkan kerusakan langsung pada sel hati. Sebaliknya, adalah reaksi yang bersifat menyerang kekebalan tubuh yang biasanya menyebabkan radang dan kerusakan pada hati. HBV terdapat dalam darah, air mani, dan cairan vagina, serta menular melalui hubungan seks, penggunaan alat suntik bergantian pada pengguna narkoba. Perempuan hamil dengan hepatitis B juga dapat menularkan virus pada bayi saat melahirkan.
Virus Hepatitis dan HIV
Berbicara mengenai virus hepatitis tidak bisa terlepas dari masalah HIV dan AIDS, mengingat Indonesia merupakan negara dengan epidemik HIV yang terkonsentrasi pada populasi berisiko. Jika virus hepatitis A dan E dapat ditularkan melalui fecal oral dapat dicegah melalui perilaku hidup bersih dan sehat, akses air bersih, dan kesehatan lingkungan serta pengelolaan makanan yang baik dan benar. Sedangkan untuk hepatitis B dan D yang umumnya ditularkan melalui media cairan tubuh (darah, cairan semen, vagina) dan hepatitis C yang ditularkan melalui kontak dengan darah penderita ini memiliki kesamaan media penularan virus HIV. Oleh karenanya penderita hepatitis B,C, dan D memiliki kemungkinan untuk tertular virus HIV juga.
Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) sering terkena virus hepatitis; sekitar sepertiganya memiliki penyakit infeksi bersamaan dengan HBV atau HCV, yang dalam jangka panjang akan menyebabkan kematian. Virus hepatitis dengan lebih cepat menyerang kerusakan hati pada penderita HIV dibandingkan mereka yang tidak terinfeksi HIV.
karena HIV dan HCV ditularkan melalui hubungan dengan darah yang terinfeksi, banyak orang yang terinfeski kedua virus ini, yang disebut koinfeksi. Koinfeksi HIV dikaitkan dengan kelanjutan penyakit HCV yang lebih cepat atau kerusakan hati yang lebih tinggi. Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) dengan jumlah CD4 di bawah 200 berisiko paling tinggi terhadap kerusakan akibat HCV. Sejalan dengan pernyataan Wamenkes pada tahun 2014 jika upaya keras dalam pengendaliaan HIV dan AIDS akan sia-sia, bila ada ODHA yang telah disiapkan pelayanannya dan disiplin mengikuti pengobatan, namun mereka meninggal karena hepatitis B maupun C. Adanya kolaborasi untuk menangani masalah hepatitis dan HIV & AIDS memang harus dioptimalkan terus menerus.
Penyakit Hepatitis dan HIV keduanya sama-sama dapat menyerang siapapun, terutama pada kelompok usia produktif/masih aktif bekerja yang akan berakibat pada menurunnya produktifitas kerja seseorang jika tidak adanya upaya pencegahan dan pengobatan yang komprehensif.
Sumber :
http://spiritia.or.id/